
Bukchon Hanok Village salah satu destinasi wisata Korea Selatan yang wajib dikunjungi. Salah satu wish list aku juga, kalau ke Korea harus ke Bukchon. Karena di Bukchon Hanok Village memiliki bangunan yang khas rumah tradisional Korea, peninggalan Dinasti Joseon.
Menariknya adalah disini selain memiliki bangunan yang khas, ternyata masih ditinggali oleh masyarakat. Kini rumah tradisional di Desa Bukchon Hanok ini berfungsi sebagai pusat kebudayaan, wisma tami, restoran dan tempat minum teh.
Banyak wisatawan yang berkunjung dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dan merasakan sendiri budaya tradisional Korea. Fyi, tempat menginap di Bukchon Hanok village harga permalamnya cukup mahal. Padahal ingin sekali kalau Korea bisa merasakan menginap di rumah tradisionalnya.
Lokasi Bukchon Hanok Village
Bukchon Hanok Village ini terletak di Seoul, Jongno-gu, Gahoe-dong, bisa langsung direction menggunakan Naver Maps ya. Untuk jam bukanya ini start di jam 10.00 dan masuknya gratis ya. Memang tidak terlalu luas tapi kita bisa dimanjakan dengan bangunan-bangunan jaman dulu.
Teman-teman juga bisa menggunakan Subway untuk menuju kesini ya. Kalau cek dari apps Metro yang saya punya, tinggal turun ke Anguk Station. Dari Anguk ini bisa jalan kaki, gak jauh kok. Tapi kalau jalan kaki di luar negeri tuh gak berasa banget,
Sejarah Bukchon Hanok Village

Bangunan struktur Bukchon Hanok Village ini juga sangat unik, desa ini penuh dengan lorong-lorong yang memesona. Foto disini tuhhasilnya pasti bagus-bagus, pakai handphone juga sudah banget.
Kampung Hanok Bukchon (북촌 한옥마을) merupakan sebuah kampung rumah tradisional Korea di Seoul, Korea Selatan. Bukchon yang artinya Kamung Utara dikarenakan lokasinya di sebelah utara kali Cheonggye (Cheonggyecheon) dan Jongno.
Perkampungan ini sejarahnya merupakan pemukiman dan tinggal para pejabat dan anggota keluarga kerajaan Dinsti Joseon. Letaknya pun di antara Istana Gyeongbuk dan Istana Changdeok.
Budaya dan tradisi dari desa ini adalah sekitar 600 tahun yang lalu pada era Dinasti Joseon (1392-1897). Dahulu, desa ini hanya dihuni oleh para bangsawan bersama keluarga mereka.
Masa Lalu di tengah Modernisasi Korea

Desa Bukchon Hanok kini menjadi daya tarik favorit para pemuda di Korea. Struktur Hanok dan desa masa lalu menjadi tren yang digemari banyak orang di Korea. Fasilitas desa ini juga cukup lengkap untuk memenuhi kebutuhan para pengunjung.
Banyak pengusaha yang selama bertahun-tahun telah membuka sejumlah restoran mewah, wisma tamu yang nyaman, galeri seni dan butik kelas atas. Banyak di antaranya bertempat di Hanok yang telah direnovasi.
Bangunan Hanok juga dimanfaatkan sebagai museum budaya dan workshop para pengrajin yang mempraktikan kerajinan tradisional. Hal ini yang membuat Bukchon Hanok Village tetap lestari.
Pengalaman Main ke Bukchon Hanok Village

Sayangnya kemarin waktu saya sangat terbatas waktu ke Bukchon Hanook Village. Lalu saya sudah bertekad, jika suatu hari bisa balik lagi ke Korea beneran mau explore Bukchon dan menikmati setiap sejarahnya. Btw, insya Allah bulan Mei nanti saya mau ke Korea lagi, sudah pasti Bukchon akan menjadi salah satu destinasinya.
Setidaknya kemarin itu bisa melihat langsung bangunan rumah tradisional Korea yang biasanya hanya saya lihat di media sosial. Berjalan menikmati satu persatu bangunan yang ada di Bukchon sungguh menyenangkan.




Walau waktunya sempit, bukan jadi penghalang untuk explore Bukchon dalam sekejap. Ini tuh beneran yang keren banget sih, karena kemarin juga sempat masuk ke jalan-jalan sempit ini yang mana memang ada penginapan dan cafe yang bisa didatangi.
Apa Saja Kegiatan Yang Bisa Dilakukan di Bukchon
1. Mengenakan Hanbok
Karena ini kemarin papasan sama orang yang mengenakan Hanbok sambil jalan-jalan di Bukchon. Hanbok ini bisa sewa juga ya, jadi seru sepertinya jalan-jalan sambil berfoto mengenakan Hanbok dengan latar belakangn bangunan rumah tradisional Korea.
2. Main di Rumah Hanok

Ada beberapa rumah tradisional di dalam desa yang pintunya terbuka, ini memberikan isyarat kepada pengunjung dengan beberapa kerajinan yang terlihat menarik perhatian. Tapi ini saya bukan berfoto di depan rumah tradisional itu ya, rumahnya ada di depan saya,
3. Ke Cafe
kemarin lihat ada cafe juga di Bukchon, saya tidak mampir karena tidak cukup waktu. Siapa tau teman-teman nanti main ke Bukchon bisa jadi agenda juga nih. Bisa menikmati secangkir kopi atau teh di Bukchon.
4. Kuliner Khas Korea
Kalau nonton drama Korea, suka lihatkan hidangan khas Korea yang disajikan dengan banyak condimentnya. Nah, selama di Korea kemarin setiap makan pasti condimentnya banyak sekali. Kadang kita merasa panik, karena takut gak habis.
Di Bukchon Hanok Village juga bisa menikmati masakan Korea khas rumahan yang membuat lidah dan perut kita bahagia. Ini juga bakal mau dicobain bulan Mei nanti makan di Bukchon. Jujur makanan Korea ternyata aslinya enak loh.
5. Menginap di Bukchon
Nah, yang menarik di Bukchon ini ada penginapannya juga. Kebayangkan tidur di rumah tradisional Korea dengan furnitur khas Korea. Saya juga sudah cek penginapannya melalui online travel agent (OTA). Lihat dalam rumahnya tuh bagus banget.
Sebenarnya pengin banget menginap di Bukchon ini, biar merasakan sensai rumah tradisional Korea. Mana di apps dikasih tau ada makan khas rumahan ala Korea, yummy bangetlah.

Kalau menurut saya, ini merupakan destinasi wisata Korea yang memang bagus dan wajib dikunjungi terutama untuk baru pertama kali ke Korea. Karena banyak sekali yang bisa di explore juga ternyata.
Karena kita kemarin agak lebih pagi datangnya, jadi masih sepi ini Bukchon. Terus kata tour leaderku “jangan berisik ya” tau banget dia orang Indonesia suka heboh. Bukan apa-apa karena ini masih ada masyarakat yang tinggak jadi biar sama-sama nyaman.
ahaahahah, sampai tour leadernya merasa perlu bilang agar jangan berisik. Di satu sisi lucu juga, di sisi lain, jadi maluuu deh… Tapi memang kalau lagi senang, suka gak tertahankan ya jadi heboh. Siapa yg gak heboh bisa melihat langsung rumah tradisional Korea yg selama ini hanya bs dilihat di film…
Iya… aku tuh beneran kaget sih karena katanya biasanya orang kita (Indonesia) pasti berisik banget. Jadilah selama jalan di Bukchon ini hening banget, aku kalau ngobrol sama temanku kayak lagi bisik-bisik.
Seruuu aku juga suka yg unik unik tradisional gini maak….
Semoga lancar perjalanannya besok mey ya makkk….
Kalau Jepang juga ada kyk gini namanya shirakawa go, gasho village, narai juku dkk jd ga cuma 1 sih bbrp dan beneran masih di jaga keasliannya
Jadi inget gambar wastafel di jepang yg ada peringatan “tidak boleh untuk cuci kaki” atau apa gitu, pokoknya larangan dalam bahasa Indonesia. Wisatawan kita uda “terkenal” kali ya…huhuhu. Nila bertitik-titik, rusak susu seember.
Desanya cakep banget mbaaa… teratur dan bersih. Pengelolaannya bagus yaa… jalan sempit ga terhalang pedagang k-5 kayak di kita hahaha, jadi jalan kaki pun hayuuk aja.
Iya mak, ini pun sama… Kata si tour leaderku biasanya memang orang Indonesia tuh ya gitulah susah bilangannya. Tapi gimana, memang benar sih. Gak usah jauh ke negara orang ya di negaranya sendiri aja begitu.
Keindahan pemandangan dengan rumah2 tradisionalnya memang memikat hati utk kita bisa berkunjung ke sana satu saat nanti
Foto Chichiek yg cantik yg dikirim buat bunda pasti ketika Chichiek HB ya.
Makasih banyak bunda, aku terharu banget ini bunda mampir ke tulisanku. jadi semangat deh nulisnya kalau gini akukan.
Cantiiik amat rumah tradisional Kore Bukchon ini 😀 Bersiiiiih ya lingkungan sekitarnya juga. Apik, gemesin, kepengen nginep rasanya kalau berada di rumah itu hehehe. Masih penasaran ya mak Chie pengen berlama2 di sana eksplorasi rumah dan isinya. Iya sih orang Indonesia suka heboh, berisik saking keponya tersalurkan ahahaha 😀
Aku juga pengen banget nginep di Bukchon tapi harganya gak kuat permalamnya lebih mahal dari tinggal di hotel dan apartemen. Iya, ini pas datang memang lagi tutup dan katanya memang si Bukchon suka tutup gitu.
Jalan-jalan sempitnya photoable banget ya, cakep. Apalagi bersih gitu, enak banget dilihat. Kayak sering liat di drakor-drakor. Eh tapi apa rumah tradisional di Bukchon ini pernah dipakai untuk syuting film/drama? Kalau dilihat dari fugnsinya sebagai pusat kebudayaan, wisma tami, restoran dan tempat minum teh, berasa kayak mungkin aja jadi lokasi syuting ya Chie..
Bener seperti kata Chichie, di mana pun berfoto, cakep semua hasilnya. Itu yang aku liat dari foto-foto cakep yang dimuat di artikel ini.
Wah Mei mau ke Korea lagi. Ikut dong haha
Halo Ciehie, foto2nya bagus semua dan salah datunya foto Ciechie cantik yg dikitim ke bunda pastinya
Asyik ya rumah2 di Hanok Bukchon Village.
Wah bener-bener kayak yang ada di drama Korea ya, Mbak.
Senangnya bisa lihat bentuk rumah tradisional Bukchon Hanok Village secara langsung. Mudah-mudahan suatu saat nanti bisa juga ke sana. Aamiin
Ngakak waktu baca paragraf terakhir. Kayaknya emang udah terkenal kalau orang Indonesia suka heboh ya hehehe
Wah kalau ke korea ini banyak banget pastinya yang pengen dikunjungi ya, mbak soalnya kita sering nonton drakor gitu jadi penasaran sama kotanya. Kalau saya penasaran sama lokasi istana yang sering dipakai buat syuting drama saeguk malah nih di Korea selatan
Morning Chi,
Happy banget ya bisa liburan ke Korea mampir ke Bukchon Hanok Village. Rumah tradisional yang sampai sekarang masih dilestarikan. Pasti bangunannya kokoh ya. Btw kok Chie gak pakai Hanbok? hiks, kepoh deh ya aku. Berapa lama lagi di Korea Chie?
Foto-fotonya selalu stunning mbaak, ahaha.
Seru banget jalan-jalan di sini. Serasa mengunjungi tempat shooting drama korea jadinya. Gimana ya rasanya kalau nginep di sana? Aku kok malah kepikiran horornya sih, takut ada hantu korea, ahahaha
Bisa dipastikan pasti bakal seru kalau ke Korea bareng mak Chichie.
Foto-foto yang dihasilkan pasti akan memanjakan mata!
Khusus buat foto rumah tradisional Korea Bukchon Hanok Village di atas, aku serasa diajak kembali ke masa lalu Korea, terpisah jauh dari modernisasi negeri ginseng yang bangunannya serba futuristik!
Apalagi kalau berfoto dengan Hanbok di sini ya.
Mantul!
beautiful house indeeed mba. Jadi kangen mampir ke Korea lagi…terakhir ke sini udah lama banget, tahun 2013 hehehe. Kalau mampir pasti foto sesinya panjang ya hehe
Hahaha… pesannya nabok banget sih “jangan berisik ya”
Tapi emang kelihatan tenang banget mbak lingkungannya di situ. Seneng ya bisa melihat langsung dan menikmati pemandangan dan suasana rumah tradisional di Desa Bukchon Hanok ini, walau waktunya singkat dan belum puas disana.
Semoga mei nanti bisa lebih lama di sana dan ada cerita baru yang bisa di bagi di sini
Sambil nungguin Mei, aku komen di sini dulu ya.. ((pura-puranya ga BW, heheh))
Desa Bukchon Hanok ini situs warisan dunia UNESCO kan ya..?
Rasanya mengagumi budaya Korea tuh gak ada habisnya. Bayangin 600 tahun masih terjaga dengan baik. Aku jadi inget bang Suho (lider EXO) pernah promoin Visit Korea via Korea Tourism Organization Indonesia.
Kalau ke Korea wajib mampir ke Rumah Tradisional Korea di Bukchon Hanok Vilage ini ya mbak
Suasanya asik, seperti yang ada di dalam drama korea
Ya Allah seru banget mba travelling ke Koreanya. Kayaknya daerah ini juga suka dijadikan tempat syuting drakor ya mba. Jadi pengen kesana. Wajib masukkin wishlist liburan nih
Unik ya dan sangat tradisional
Saya kalau punya rumah jadi pengen begitu juga, terlihat jauh dari pandangan tetangga, hahaha
Temboknya bisa bikin tetangga ga julid di bagian isi dalamnya.
keren ya Korea, masih memelihara desa yang menyimpan rumah rumah tradisional dan dirawat sebagai tempat wisata dan juga tetap dibiarkan jadi tempat tinggal. kalau dilihat lagi, rumah tradisional yang sudah ditambahi teknologi masa kini yaa. jadinya luar biasa keren
Jalan-jalan berkeliling pakai hanbok pasti seneng banget ya, sekalian berfoto-foto. Aku kepo sama dalam rumahnya.