![]() |
dr. Theresia Sandra Diah Ratih, MHA |
- Penduduk di Indonesia sebanyak 26,1% kurang melakukan aktivitas fisik.
- Sebanyak 92,5% penduduk usia di atas 10 tahun kurang mengonsumsi buah dan sayur.
- Sebanyak 26,3% penduduk usia 15 tahun ke atas merokok. Perempuan usia >10 tahun sebanyak 1,9% juga merokok.
- Sebanyak 4,6% penduduk di atas usia 10 tahun sudah mengonsumsi alkohol.
![]() |
Sumber: Instagram P2PTMKemenkesRI |
- Menurunkan 25% kematian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti Jantung, Kanker, Diabetes atau penyakit Paru Kronik) hingga tahun 2025.
- Penurunan konsumsi tembakau sebanyak 30%
- Peningkatan Diabetes/Obesitas sebanyak 0%
- Penurunan konsumsi alkohol sebanyak 10%
- Penurunan asupan garam sebanyak 30%
- Penurunan kurang aktivitas fisik sebanyak 10%
- Cakupan pengobatan esensial dan teknologi untuk pengobatan PTM 80%
- Cakupan terapi farmakologis dan konseling untuk mencegah serangan jantung dan stroke 50%
- Penurunan tekanan darah tinggi sebesar 25%
![]() |
Foto: KemenkesRI |
- Mengetahui atau mendeteksi faktor risiko PTM.
- Melakukan upaya intervensi faktor risiko PTM dengan modifikasi perilaku, konseling dan edukasi.
- Melakukan rujukan bagi individu berisiko tinggi yang memerlukan layanan pengobatan lebih lanjut.
dr. Rita Ramayulis |
- Berat badan berlebih (11,5% -> 13,6%)
- Obesitas (14,8% -> 21,8%)
- Obesitas Sentral (26,6% – 31%)
- Aktivitas fisik kurang (26,1% – 33,5%)
- Konsumsi buah dan sayur kurang (93,5% – 95,5%)
- Konsumsi tinggi gula, garam dan lemak (GGL)
- Energi yang diasup tidak bisa digunakan semua, akibatnya terjadi penumpukan energi dalam bentuk lemak.
- Penumpukan sel lemak juga bisa terjadi di pembuluh darah akibatnya risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
- Massa tulang berkurang karena jarang digerakkan, akibatnya risiko pengeroposan.
- Detak jantung tidak efisien, akibatnya risiko jantung melemah.
- Peningkatan hormon stress, akibatnya gangguan psikologis.
![]() |
Sumber: Instagram P2PTMKemenkesRI |
![]() |
Sumber: Instagram P2PTMKemenkesRI |
![]() |
Sumber: Instagram P2PTMKemenkesRI |
- Mengendalikan berat badan
- Mengendalikan tekanan darah.
- Menurunkan risiko keropos tulang (osteoporosis) pada wanita
- Mencegah diabetes melitus atau kencing manis
- Mengendalikan kadar kolesterol
- Meningkatkan daya tahan dan sistem kekebalan tubuh
- Memperbaiki kelenturan sendi dan kekuatan oto
- Memperbaiki postur tubuh
- Mengendalikan stres
- Mengurangi kecemasan
Kendalikan Penyakit Tidak Menular Sedini Mungkin
![]() |
Foto by Elly Nurul |
Diabetes merupakan penyakit yang berlangsung lama atau kronis serta ditandai dengan kadar gula (glukosa) darah yang tinggi atau diatas angka normal. Glukosa yang menumpuk di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh. Jika diabetes tidak dikontrol dengan baik, dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang membahayakan si penderita.
Sementara penyakit ginjal adalah gangguan yang terjadi pada organ ginjal, yaitu dua buah organ bentuk seperti kacang merah yang berada di kedua sisi tubuh bagian punggung bawah, tepatnya dibawah tulang rusuk.
Di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo sendiri banyak terdapat pasien dengan Penyakit Tidak Menular seperti diabetes dan ginjal. Keduanya pun memiliki korelasi, seperti halnya dengan penyakit diabetes jika tidak ditangani secara serius akan menyebabkan komplikasi dan bisa merusak ginjal juga.
dr. Imam Subekti, SpPD-KEMD |
![]() |
Sumber: Instagram P2PTMKemenkesRI |
![]() |
Sumber: Instagram P2PTMKemenkesRI |
- Sering merasa haus
- Sering buang air kecil, terutama malam hari
- Sering merasa sangat lapar
- Turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas
- Berkurangnya massa oto
- Terdapat keton dalam urine, Keton adalah produk sisa dari pemecahan otot dan lemak akibat tubuh tidak dapat menggunakan gula sebagai sumber energi
- Lemas
- Pandangan kabur
- Luka yang sulit sembuh
- Sering mengalami infeksi, misalnya pada gusi, kulit, vagina atau saliran kemih.
![]() |
Sumber: Instagram P2PTMKemenkesRI |
Penyakit Ginjal, Penyebab dan Pengendaliannya
Prof. Dr. dr. Suhardjono, SpPD-KGH,KGer dan dr. Aida Lidya, PhD,SpPD-KGH |
- Menyaring limbah tubuh (termasuk zat kimia, obat-obatan, dan makanan) dalam darah.
- Menjaga keseimbangan kadar garam, mineral, cairan dan asam darah dalam tubuh.
- Menghasilkan eritropoetin, yaitu hormon yang berfunsi dalam pembentukan sel darah merah.
- Menghasilkan renin, yaitu enzim yang membantu mengatur tekanan darah.
- Menghasilkan senyawa aktif dan vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang.
- Ternjadi pembengkakan di pergelangan kaki dan sekitar mata
- Mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan penurunan berat badan
- Volume urine dan frekuensi buang air kecil berkurang
- Urine berbusa
- Merasa lelah dan sesak napas
- Kulit kering dan terasa gatal
- Terjadi kram otot terutama pada bagian tungkai
- Susah tidur
- Tekanan darah tinggi
- Gangguan irama jantung
- Penurunan kesadaran
- Pada gagal ginjal aku dapat terlihat tanda dehidrasi
- Nyeri punggung bawah dan urine bercapur darah dapat terjadi pada penderita batu ginjal, penyakit ginjal polikistik dan infeksi ginjal
- Pada penderita infeksi ginjal dan batu ginjal dapat timbul keluhan demam dan mengigil.
![]() |
Sumber: Instagram P2PTMKemenkesRI |
Untuk pengendaliannya, Prof. Dr. dr. Suhardjono, SpPD-KGH, KGer menyarankan untuk memeriksakan kondisi kesehatan secara berkala secara lengkap. Sebenarnya tanpa harus menunggu gejalanya kita juga bisa memeriksakan sedini mungkin dan jangan pernah menunggu sakit dulu.
![]() |
Sumber: Instagram P2PTMKemenkesRI |
![]() |
Leave a Reply